Jangan takut bermimpi...

Jangan takut bermimpi...
^_^

Senin, 17 Mei 2010

Ayah

Baru sekali ini aku melihat gadis kecil itu duduk sendirian,terlihat sibuk mengisi latihan-latihan di buku panduan (Pre-Elementary level ).*kenapa aku tau level itu karena dia pernah salah masuk ke kelasku*.
Diam-diam selama ini aku mengamatinya(sambil nunggu pengajarku datang),sosok yang masih lugu (yang menurut pengamatanku selama ini dia bukan mahasiswa disini) itu selama ini selalu sabar menunggu pengajar bersama seoarng pria paruh baya,ya pria itu adalah ayahnya, yang selalu mengantarnya dan bahkan menunggunya di luar kelas sampai kelas usai...

Subhanallah sekali aku melihat sang ayah. Di tangannya selalu tergenggan sebuah payung, dan dengan sabar menunggu anak gadisnya menimba ilmu,yang mungkin dia sendiri tidak tau ilmu apa yang sebenarnya sedang ditempa oleh ankanya di dalam kelas sana.Sang ayah mungkin hanya berfikir bahwa ilmu yang saat ini sedang dipelajari oleh anaknya ini adalah suatu hal yang penting untuk kehidupannya kelak,tak peduli berapa biaya yang harus dikeluarkannya dan bahkan dia selalu mengantar dan menunggui anak gadsinya itu,,,

begitulah sosok ayah,dimanapun selalu ingin memberi yang terbaek untuk ayahnya,selalu ingin anaknya mendapatkan yang lebih baik darinya,tak peduli bagaimana cara dia untuk menafkahi dan membiayai anak-anakny.

aku jadi ingat sosok ayahku,sosok yang selama ini sudah terlalu banyak memberiku tempaan hidup, nasehat, candaan, pelajaran dan berbagi pengalaman hidup.
aku rindu saat berdua di mobil sama beliau,begitu banyak hal yang bisa kuceritakan padanya dan aku selalu senang mendengar cerita-ceritanya saat dia masih muda, saat menghadapi berbagai pengalaman di tempat kerjanya dulu dan lain-lain,,,
ayah yang selalu mengusahakan sesuatu yang kami bertiga inginkan selalu ada,  ayah yang selalu menomorsatukan pendidikan untuk anak-anaknya, ayah selalu mengajariku utnuk ikhlas dan sabar, ayah yang selalu mengajariku utnuk selalu melawan rasa takut, ayah yang selalu mengajariku untuk jujur, ayah yang selalu membangunkanku sholat malam, ayah yang selalu mengingatkanku untuk puasa-puasa sunah, ayah yang selalu menanyakan obatku sudah diminum ato belum.
ayah yang tak segan harus memasak sendiri (karena kau tak mau memasak)ketika dulu aku dan ayah sering ditinggal ibu utnuk penatarn keluar kota beberapa hari.
ayah yang memutuskan untuk mengambil cuti di awal menjelang purna tugasnya karena melihat gelagat ' aneh ' di intansinya, dan memilih untuk tinggal di rumah saja, menghabiskan waktu nya untuk memelihara ayam, kambing , berkebun dan sesekali pergi ke sawah ..

dimanapun sosoks eorang ayah akan selalu terlihat kuat di mata anak-anaknya,tak terkecuali dengan aku dan gais kecil di awal ceritaku tadi,,,

Tidak ada komentar: